PRIHATIN DENGAN ANGKA PERCERAIAN YANG TINGGI, KUA KECAMATAN MERGANGSAN ADAKAN BIMBINGAN PERKAWINAN SECARA KOLEKTIF

Rabu (23/06/2021) telah terlaksana pembukaan  Bimbingan Perkawinan oleh Kantor KUA Kecamatan Mergangsan.  Acara tersebut dibuka langsung oleh Kepala KUA, Bapak Nanang, S.Ag pada pukul 08.00 di Balai nikah KUA Kec. Mergangsan. 


Dikonfirmasi langsung dari panitia pelaksana bahwa kegiatan ini direncanakan selama dua hari, yakni 23-24 Juni 2021. 

"Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, dimulai dari hari ini hingga esok hari," jelas Bu N. Sholihat, S.H.I. selaku panitia pelaksana.

Adapun program bimbingan perkawinan ini dilaksanakan bukan tanpa alasan. Pasalnya terjadi banyak perceraian yang terjadi selama beberapa tahun terakhir.


Bapak Awwaludin Kiraman, S.Ag. selaku Penyuluh Agama angkat bicara dalam sesi wawancaranya.

"Bimbingan perkawinan ini dilakukan tidak terlepas dari realitas yang terjadi hari ini, bahwa angka perceraian cendrung meningkat," jelas Pak Awwal.

Menurut data yang dikutip pada merdeka.com angka perceraian di Indonesia beberapa tahun terakhir meningkat. Menurut Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin menyebutkan tahun 2015 terdapat 394.246 kasus, tahun 2016 meningkat menjadi 401.717 kasus, kemudian tahun 2017 menyentuh angka 415.510 kasus dan tahun 2018 meningkat lagi menjadi 444.358 kasus. Sedangkan pada tahun 2020, tepatnya per Agustus perceraian menyentuh angka 306.688 kasus.


Hal ini diaminkan oleh penghulu senior di KUA Kecamatan Mergangsan, Bapak Mohammad Abdul Rokhman, S.Ag., M.S.I. Beliau menjelaskan bahwa perceraian yang terjadi tidak terlepas dari berbagai faktor. Untuk itu perlu langkah yang solutif seperti memberikan bekal wawasan, penguatan cara pandang dan peningkatan keterampilan bagi para calon pengantin.

“Program Bimbingan Perkawinan ini dilaksanakan untuk memberikan bekal kepada calon Pengantin, menguatkan cara pandangnya mengenai hakikat perkawinan dan meningkatkan keterampilannya sebelum menuju jenjang pernikahan,” jelas penghulu yang kerap disapa Gus Dur tersebut.

Beliau lebih lanjut menjelaskan mengenai target dan harapan dalam kegiatan tersebut.

“Kami berharap setelah kegiatan ini selesai, para peserta dapat menyerap ilmu pengetahuan dalam berkeluarga dan dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

 


Komentar